Rektor Universitas Bina Bangsa Berpartisipasi dalam Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 untuk Mendukung Transformasi Multisektor Indonesia Berbasis Sains, Teknologi, dan Inovasi
Rektor Universitas Bina Bangsa Berpartisipasi dalam Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 untuk Mendukung Transformasi Multisektor Indonesia Berbasis Sains, Teknologi, dan Inovasi
Tue, 30 June 2026 11:32
WhatsApp Image 2026-06-30 at 14.12.59

Rektor Universitas Bina Bangsa (Uniba), Prof. Dr. Bambang D. Suseno, M.M., didampingi jajaran pimpinan universitas, berpartisipasi aktif dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026 yang diselenggarakan pada 26–28 Juni 2026 di Hall B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Keikutsertaan ini merupakan wujud komitmen Universitas Bina Bangsa dalam mendukung transformasi pembangunan nasional melalui penguatan ilmu pengetahuan, teknologi, riset, dan inovasi sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing global.
KSTI 2026 diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bekerja sama dengan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) sebagai forum strategis nasional yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, dunia industri, dan lembaga penelitian. Forum ini menjadi ruang kolaborasi nasional untuk merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis riset dan inovasi dalam mempercepat transformasi multisektor, memperkuat kemandirian ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menanggapi keikutsertaan tersebut, Rektor Universitas Bina Bangsa menegaskan bahwa partisipasi Uniba dalam KSTI 2026 merupakan bagian dari tanggung jawab akademik perguruan tinggi dalam membangun ekosistem pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan. Hal ini diungkapkan oleh Prof Bambang bahwa:
“Partisipasi Universitas Bina Bangsa dalam Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 bukan sekadar memenuhi undangan forum nasional, tetapi merupakan bagian dari komitmen akademik kami untuk memastikan bahwa perguruan tinggi hadir sebagai knowledge producer, pengembang inovasi, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan pembangunan nasional. Perguruan tinggi harus menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar menjadi pengamat perubahan.”
Pada hari pertama penyelenggaraan, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi membuka kegiatan sekaligus menyampaikan pidato kebangsaan selama kurang lebih lima jam. Dalam paparannya, Presiden menguraikan berbagai tantangan strategis bangsa serta menawarkan arah kebijakan yang menempatkan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, industrialisasi, dan pembangunan sumber daya manusia sebagai pilar utama menuju Indonesia yang berdaulat dan berdaya saing.
Bagi Rektor Universitas Bina Bangsa, substansi pembahasan tersebut menghasilkan satu temuan penting, yakni semakin menguatnya paradigma pembangunan nasional yang bertumpu pada evidence-based policy. Menurutnya, hampir seluruh kementerian menekankan pentingnya dukungan riset dan inovasi dalam penyusunan maupun implementasi kebijakan publik. Lebih lanjut Prof Bambang:
“Selama tiga hari mengikuti seluruh rangkaian diskusi, kami menangkap pesan yang sangat kuat bahwa pembangunan Indonesia ke depan harus semakin bertumpu pada kebijakan yang berbasis bukti (evidence-based policy). Hampir seluruh kementerian menyampaikan persoalan riil yang membutuhkan dukungan hasil riset, inovasi teknologi, serta kolaborasi lintas sektor. Ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi harus mampu menghasilkan riset yang implementatif, berdampak, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat, dunia usaha, maupun industri.”
Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 mengangkat tujuh bidang prioritas pembangunan nasional berbasis sains dan inovasi, yaitu ekonomi dan keuangan, pertanian, energi, hilirisasi dan industri, kelautan dan perikanan, ketahanan pangan, serta pendidikan. Seluruh sektor tersebut dibahas secara komprehensif melalui diskusi lintas disiplin untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan berorientasi pada penyelesaian berbagai persoalan strategis bangsa.
Pada hari kedua, para Menteri Kabinet Merah Putih memaparkan capaian, tantangan, serta agenda transformasi di sektor masing-masing. Paparan disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri Pertanian, Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara. Sementara itu, pada hari ketiga, Menteri Keuangan dan Menteri Kebudayaan menyoroti aspek pembiayaan pembangunan, penguatan karakter bangsa, serta pembangunan berbasis kebudayaan sebagai bagian integral dari transformasi nasional.
Merefleksikan keseluruhan rangkaian diskusi tersebut, Rektor Universitas Bina Bangsa menilai bahwa terdapat keselarasan yang kuat antara agenda pembangunan nasional dengan arah pengembangan Universitas Bina Bangsa sebagai Technopreneur University. Terdapat benang merah antar harapan Bapak Presiden dengan Visi Uniba:
“Kami melihat adanya benang merah yang sangat jelas antara prioritas pembangunan nasional dengan arah pengembangan Universitas Bina Bangsa sebagai Technopreneur University. Tujuh sektor prioritas yang dibahas dalam KSTI 2026 merupakan ruang strategis bagi perguruan tinggi untuk memperkuat riset multidisiplin, hilirisasi hasil penelitian, pengembangan startup berbasis teknologi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan global.”
Dalam sesi penutupan, Presiden Prabowo Subianto kembali memberikan arahan strategis mengenai pentingnya kepemimpinan akademik dalam mengakselerasi transformasi bangsa. Presiden menegaskan bahwa para rektor merupakan bagian dari elite intelektual bangsa yang memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk menghadirkan kepemimpinan transformatif, menghasilkan riset yang berdampak, serta membangun ekosistem inovasi nasional. Sebelum menutup kegiatan, Presiden juga menyampaikan refleksi mengenai mentoring dan kepemimpinan selama kurang lebih dua jam. Dengan demikian, sepanjang penyelenggaraan KSTI 2026, Presiden memberikan arahan kebangsaan selama sekitar tujuh jam yang menjadi referensi strategis bagi para pemimpin perguruan tinggi di Indonesia.
Menurut Rektor Universitas Bina Bangsa, arahan Presiden tersebut semakin menegaskan bahwa kepemimpinan perguruan tinggi tidak lagi hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuannya mentransformasikan ilmu pengetahuan menjadi solusi nyata bagi pembangunan. Dikatakan oleh Rektor Uniba, bahwa
“Arahan Bapak Presiden memberikan perspektif yang sangat strategis mengenai pentingnya kepemimpinan akademik dalam mendukung transformasi bangsa. Presiden mengajak para rektor untuk mengambil peran sebagai intellectual leaders yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan karakter kepemimpinan dalam menjawab kebutuhan bangsa. Pesan tersebut menjadi penguatan bagi kami untuk terus mengembangkan budaya riset yang berdampak serta membangun kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah, dunia usaha, dan dunia industri.”
Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 dihadiri lebih dari 2.600 peserta yang terdiri atas rektor perguruan tinggi negeri dan swasta, direktur perguruan tinggi vokasi, ilmuwan, peneliti, dosen, serta mitra strategis dari dunia usaha, dunia industri, dan lembaga penelitian. Besarnya partisipasi tersebut menunjukkan semakin kuatnya sinergi nasional dalam membangun ekosistem riset dan inovasi sebagai fondasi pembangunan Indonesia.

Menutup refleksinya, Rektor Universitas Bina Bangsa menegaskan bahwa hasil-hasil diskusi KSTI 2026 akan menjadi referensi strategis dalam memperkuat arah pengembangan tridarma perguruan tinggi di Universitas Bina Bangsa. Harapannya adalah:
“Ke depan, Universitas Bina Bangsa akan semakin memperkuat kolaborasi riset dengan pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat. Orientasi penelitian tidak hanya diarahkan pada peningkatan luaran akademik, tetapi juga pada penciptaan inovasi yang memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, peningkatan produktivitas nasional, ketahanan pangan dan energi, serta kesejahteraan masyarakat. Inilah esensi perguruan tinggi sebagai agen transformasi pembangunan berbasis ilmu pengetahuan. Kami meyakini bahwa kontribusi perguruan tinggi akan semakin bermakna ketika riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi menjadi solusi yang dirasakan manfaatnya oleh bangsa dan negara.”
Sejalan dengan visi sebagai universitas unggul, inovatif, dan berdaya saing global berbasis technopreneurship, Universitas Bina Bangsa berkomitmen untuk terus menghasilkan riset berkualitas, inovasi yang berdampak, serta lulusan yang adaptif dan kompetitif. Melalui penguatan kolaborasi, hilirisasi hasil penelitian, dan pengembangan ekosistem inovasi, Universitas Bina Bangsa siap mengambil peran yang lebih besar dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri, maju, dan sejahtera berbasis sains, teknologi, dan inovasi.

Blog

Komentar

Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Please select form to show

Artikel Lainnya

1.503 Peserta Ikut Tes Potensi Akademik Mahasiswa Baru UNIBA
Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menyelenggarakan Tes Potensi Akademik (TPA) Mah...
Sun, 28 June 2026 | 8:14
UNIBA Sambut Generasi Pemimpin Masa Depan melalui Pendidikan Berkualitas dan Berdaya Saing
UNIBA Sambut Generasi Pemimpin Masa Depan melalui Pendidikan Berkualitas dan Ber...
Mon, 15 June 2026 | 1:27
Beban Tak Kasat Mata Kenaikan Energi, Guru Besar Uniba Soroti Dampak ke UMKM Banten
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan gas non-subsidi bukan sekadar peruba...
Wed, 22 April 2026 | 3:10
Mahasiswa Universitas Bina Bangsa Lolos Google Student Ambassador 2026
Civitas Academica Universitas Bina Bangsa kembali menorehkan prestasi membanggak...
Thu, 9 April 2026 | 1:50